Keduanya
tentu berbeda, android merupakan opensource, sedangkan ios merupakan close
source.
Berikut
akan saya jelaskan kelebihan dan kekurang dari keduanya.
Android
dikembangkan oleh Google ,merupakan sistem operasi berbasis Linux.
IOS
adalah sistem operasi perangkat bergerak yang dikembangkan dan didistribusikan
oleh Apple Inc. Sistem operasi ini pertama diluncurkan tahun 2007 untuk iPhone
dan iPod Touch, dan telah dikembangkan untuk mendukung perangkat Apple lainnya
seperti iPad dan Apple TV. Tidak seperti Windows Phone (Windows CE) Microsoft
dan Android Google, Apple tidak melisensikan iOS untuk diinstal di perangkat
keras non-Apple.
1. Kartu
SD
Banyak perangkat Android yang menyediakan opsi menambah memory
eksternal melalui kartu SD. Ini merupakan solusi bagi mereka yang senang
menyimpan dokumen di perangkat mobile. Tak semua orang senang menyimpan file di
awan 
Bagaimana dengan iPhone? Tak satupun model iPhone yang
memberikan opsi slot untuk kartu SD. Pengguna harus puas membeli iPhone dengan
varian memory internal sebesar 8, 16, 32, dan 64 GB. Begitu pula dengan iPad
yang tak memberikan opsi memory eksternal.
2.
Baterai
Unibody atau “tubuh” perangkat mobile menyatu dengan casing,
memang keren. iPhone/iPad menggunakan hal ini. Masalahnya adalah bila baterai
bocor, pengguna tak bisa mengganti sendiri baterainya.
Sementara perangkat Android memiliki alternatif. Calon pembeli
dapat memilih perangkat Android unibody atau tidak. Tak semua perangkat Android
premium menggunakan unibody. Samsung Galaxy S4 adalah contohnya 
3.
Kustomisasi Layar
Layar Android dapat dikustomisasi. Anda dapat menambahkan
widget, shortcut aplikasi dan juga wallpaper animasi. Sedangkan pada perangkat
iOS, kustomisasi layar dan menambahkan wallpaper animasi tak dapat dilakukan,
karena Apple tak mengijinkan.
4.
Peta
Apple Maps mendapatkan review yang buruk, banyak hal harus
diperbaiki. Google Maps jauh lebih bagus dan akurat. Pengguna Android sudah
mendapatkannya secara default. Sementara pengguna iPhone harus mengunduhnya
terlebih dahulu di App Store.
5.
Charger USB standar
Apple merubah standar port charger dari 30 pin menjadi 8 pin
sejak kehadiran iPhone 5. Ini tentu menyulitkan pengguna Apple yang memiliki 2
macam iPhone, yakni satu charger untuk iPhone 5 dan satu charger untuk iPhone
versi sebelum iPhone 5.
Perangkat Android sendiri menggunakan charger yang sama, yakni
micro USB. Pengguna cukup membawa 1 jenis charger untuk saat bepergian.
6.
Sinkronisasi Data Google
Pengguna Android dengan mudah dapat melakukan sinkronisasi data
mereka. Cukup dengan memasukan akun Google, pengguna Android secara otomatis
dapat melihat data-data mereka, misalnya daftar kontak, riwayat Chrome, dan
semua layanan Google.
Pengguna Apple tak dapat melakukan itu saat menjalankan aplikasi
Google. Mereka harus memasukan data layanan aplikasi Google satu per satu di
iOS.
7.
Mudah Berbagi Data Dengan NFC
Dengan NFC, pengguna dapat berbagi data dengan cepat. Cukup
dekatkan dua perangkat, maka transfer data dapat dilakukan. Sudah banyak
perangkat Android yang menggunakan teknologi ini.
Sementara itu pengguna iPhone tak dapat melakukan NFC karena
Apple tak memberikan teknologi ini di iOS.
8.
Membayar Melalui HP
Dengan Android dapat membayar sesuatu secara virtual. Cukup
dengan menggunakan Google Wallet, anda tak lagi perlu mengeluarkan uang atau
kartu kredit di dompet. Teknologi Google Wallet menggunakan NFC. Sayang belum
ada operator Indonesia yang berani memanfaatkan teknologi NFC Android untuk
memudahkan pembayaran.
Apple sendiri belum memberikan layanan pembayaran virtual
layaknya Google Wallet.
9.
Google Now Lebih Baik Dari Siri
Google Now (Android) dan Siri (iPhone) merupakan asisten
pribadi. Namun Google Now lebih baik. Google Now dapat memberikan informasi
tanpa disuruh melalui perintah suara. Ini tentu saja membantu meminimalisasi
kendala saat memberikan perintah suara. Karena teknologi perintah suara masih
terhambat antara lain perbedaan dialek bahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar